Sustainbility

Daur Ulang Yakult sebagai Inisiatif Perusahaan Mengolah Limbah Plastik

Berdasarkan peraturan Kementerian Lingkungan Hidup No. 75 tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, perusahaan diwajibkan untuk mengurangi limbah sebanyak 30 persen di tahun 2029. Sebagai upaya pengurangan limbah 3R (Reduce, Reuse & Recycle). PT Yakult Indonesia Persada telah melakukan inisiatif pengumpulan wadah Yakult pasca konsumsi dan bermanfaat penggunaannya secara luas.

Sikap yang sudah dan akan dilakukan PT Yakult Indonesia Persada adalah mengumpulkan botol kosong dan kemasan bungkus.
  1. Juli 2021: Ujicoba di 3 lokasi wilayah bogor
  2. 2022: Pengembangan untuk Yakult Lady (YL) di Jawa-Bali secara bertahap
  3. 2023-2024: Penyebaran di semua YL PT Yakult Indonesia Persada
  4. 2025: Penggunaan APK Tukar Botol secara bertahap
  5. 2026: Seluruh YL menggunakan APK untuk menghargai usaha usaha pelanggan
Ket Foto. Pengumpulan botol pasca konsumsi Yakult oleh pelanggan kepada Yakult Lady

Saat ini, Aplikasi Tukar Botol sudah terdaftar sebanyak 280.000 pengguna menghasilkan pengumpulan botol sebanyak 38 Juta botol (Data akhir tahun 2025). Untuk meningkatkan partisipasi pelanggan dalam pengumpulan botol Yakult pasca konsumsi, perusahaan membuat campaign tukar botol selama periode Januari-Maret 2026 dan mendapatkan hadiah menarik.

Ket Foto. Penggunaan dropbox dan wadah sabun di tempat operasional perusahaan

Sejak tahun 2023, perusahaan bekerjasama dengan CV Bina Usaha Mandiri (CV BUM) untuk membuat berbagai macam barang berguna dari hasil daur ulang produk Yakult. Diantaranya seperti wadah sabun, kotak tisu, jam, dropbox dll. Dropbox, dalam pembuatannya membutuhkan sebanyak 30 kg botol kosong. Selain itu hasil daur ulang produk Yakult oleh CV BUM pernah dipajang di kegiatan Indo Waste & Recycling 2024 Expo & Forum.

Ket Foto.Palet plastik dari hasil daur ulang kemasan Yakult untuk cold storage

Perusahaan telah beralih secara bertahap dalam penggunaan palet kayu ke palet plastik pada cold storage di berbagai wilayah operasional untuk alasan higienitas. 1 Palet daur ulang dari 400 lembar kemasan dan 200.000 botol bekas.

Ket Foto. Penggaris yang dibagikan ke siswa SD saat kunjungan sekolah oleh perusahaan.

Pada tahun 2025, PT Yakult Indonesia Persada bekerjasama dengan perusahaan lokal dalam mendaur ulang sampah plastik Yakult. Menghasilkan dua produk yaitu penggaris dan celengan. 1 penggaris dibutuhkan dari 3 botol bekas konsumsi. Penggaris dibagikan secara gratis ke masyarakat melalui program kunjungan ke sekolah, outlet Yakult di Kidzania dan kegiatan lainnya. Tidak hanya mampu menyebarkan campaign lingkungan ke masyarakat luas, namun mampu memperdayakan masyarakat dalam mengolah limbah Yakult.

Harapan Perusahaan Kedepan

Berbagai inisiatif yang dilakukan oleh PT Yakult Indonesia Persada untuk mendaur ulang sampah plastik Yakult bertujuan untuk menciptakan keberlanjutan. Wakil Presiden Direktur Ryojiro Tawara mengatakan bahwa “Daripada mendaur ulang barang-barang yang akan menjadi sampah di masyarakat, kami fokus pada hal-hal yang dapat memberikan manfaat kembali kepada masyarakat atau diolah kembali di dalam perusahaan untuk keberlanjutan jangka panjang.”

Penulis: Dimas Pratama

Editor: Ni Putu Desy Aryantini & Antonius Nababan

|

Share :

Copy link
URL has been copied successfully!