Pilah Sampah Yakult

Dari Pilah Sampah ke Karya Tulis: Anak Peduli Lingkungan

Yakult Indonesia melalui kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) menyelenggarakan lomba menulis cerita pendek. Bertemakan “Sampahku, Tanggung Jawabku” bagi siswa kelas 4 dan 5 Sekolah Hikari. Sekolah ini menggabungkan nilai nilai pendidikan Jepang dan Indonesia yang berlokasi di Tangerang Selatan. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian program Spogomi GBB (Gomi no Bunbetsu). Rangkaian telah dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan dari bulan Agustus – Oktober 2025.

Baca Juga: Yakult Indonesia dan Siswa Sekolah Hikari Peduli Lingkungan
Karya Tulis sebagai Bentuk Pemahaman Siswa

Lomba menulis ini dirancang sebagai sarana untuk melihat pemahaman, wawasan, serta kreativitas siswa setelah mengikuti kegiatan edukasi pengelolaan sampah. Melalui tulisan, semua siswa diajak untuk menuangkan sudut pandang mereka tentang tanggung jawab terhadap sampah dan lingkungan sekitar.

Gambar 1. Pembukaan edukasi Spogomi GBB oleh pihak Yakult Indonesia

Siswa telah mengikuti rangkaian kegiatan Spogomi GBB oleh Yakult kolaborasi bersama Bank Sampah Jaya Danakirti. Mereka mendapatkan edukasi mengenai jenis-jenis sampah, praktik pemilahan sampah, serta permainan edukatif. Diantaranya yaitu estafet sampah yang dikemas dengan menyenangkan dan interaktif.

Berbagai Cerita Pilah Sampah dan Lingkungan

Dari lomba menulis cerita pendek ini, terpilih empat siswa sebagai pemenang. Mereka dipilih berdasarkan penilaian kreativitas cerita, kesesuaian tema, serta pesan kepedulian lingkungan yang disampaikan. Cerita-cerita yang dihasilkan menunjukkan bahwa siswa memahami konsep pengelolaan sampah dan memiliki kesadaran mengenai sampah. Sampah bukan hanya masalah kebersihan, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama. Pesan-pesan sederhana juga disampaikan mereka. Diantaranya tentang memilah sampah, menjaga lingkungan sekolah, dan peran masing-masing individu dalam pengelolaan sampah muncul dalam berbagai cerita yang ditulis oleh peserta.

Gambar 2 & 3. Pembacaan Cerita Pendek di Depan Aula terkait Kepedulian Lingkungan

“Aku baru mengerti setelah belajar materi mengelola sampah. Dari situ aku mulai berubah mengelola sampah. Mulai dari memilih dan memilah sampah organik, anorganik, dan B3 (bahan beracun berbahaya). Aku berharap suatu saat nanti masalah tentang sampah ini bisa diubah. Aku percaya kalau semua orang disiplin dan taat, Indonesia bisa bebas sampah dan bersih” tulis Barakalla Keenan siswa kelas 5 dalam cerita yang dibacakan di depan teman- temannya.

Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk memiliki kebiasaan sejak dini dalam memilah sampah. Dimulai dari rumah serta dengan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab secara berkelanjutan.

Penulis: Dimas Pratama

Editor: D.Naomi, Antonius Nababan

|

Share :

Copy link
URL has been copied successfully!