shokuiku

Shokuiku: Budaya Makan Siang di Sekolah yang Sehat Ala Jepang

Jepang tak hanya dikenal sebagai negara yang maju dalam perekonomian, tetapi juga kaya akan tradisi. Tak terkecuali budaya makan sehat yang dinamakan shokuiku. Kata shokuiku berasal dari kata shoku yang berarti makanan dan iku atau pendidikan. Melalui shokuiku masyarakat Jepang diajarkan untuk mengutamakan pola makan yang sehat dan seimbang.

Sementara melansir artikel ilmiah oleh Miyoshi, dkk. (2012), shokuiku didefinisikan sebagai perolehan pengetahuan tentang makanan dan nutrisi serta kemampuan untuk membuat pilihan makanan yang tepat. Dengan demikian, masyarakat bisa secara mandiri dan terarah mengupayakan hidup sehat melalui pola makan.

Tak sedikit juga yang mengaitkan antara tingginya angka harapan hidup orang Jepang dengan budaya shokuiku ini.

Shokuiku juga dikenal sebagai program makan siang di sekolah-sekolah di Jepang. Hal ini tak terlepas dari sejarah program makan siang di sekolah yang bermula di sebuah sekolah privat di kota Tsuruoka, Jepang, pada 1889. Hal ini kemudian direplikasi di banyak tempat sepanjang Jepang.

Baca Juga: Yakult Indonesia Gelar Rangkaian Seminar Internasional Shokuiku 2026

Sementara istilah shokuiku pertama kali diperkenalkan pada tahun 1896 oleh Sagen Ishizuka, seorang dokter sekaligus pencetus metode diet makrobiotik.

Menurut situs web The Global Child Nutrition Foundation, untuk mengantisipasi risiko kurang gizi pada anak-anak setelah kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, program makan siang mulai diterapkan di sekolah dasar dan menengah pertama negeri.

Secara resmi shokuiku diatur melalui Basic Law Shokuiku dalam bentuk undang-undang yang disahkan pada tahun 2005. Undang-undang ini dirancang sebagai landasan hukum untuk menangani berbagai isu terkait pangan dan gizi di masyarakat Jepang.

Shokuiku terus berlangsung hingga kini, dengan sekitar 99,7% sekolah dasar dan 98,2% sekolah menengah pertama negeri menyediakan makan siang bergizi bagi para siswa pada tahun 2021.

Selain di sekolah, penerapan shokuiku di rumah dilakukan melalui orangtua dengan mencontohkan konsumsi makanan bergizi, misalnya sayur dan buah di setiap piring atau kalori/karbohidrat secukupnya. Diharapkan orangtua dapat menjadi teladan bagi anak dalam memahami makanan yang baik untuk dikonsumsi.

Apa saja yang Termasuk Shokuiku?

Shokuiku mencakup berbagai aspek salah satunya pengetahuan tentang nutrisi dan gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Salah satu fokus utama Shokuiku adalah kebiasaan makan yang baik, seperti makan secara teratur dan mempraktikkan mindful eating untuk menghindari makan berlebihan.

Selain itu, Shokuiku juga menghargai pelestarian budaya kuliner melalui mengutamakan makanan tradisional Jepang seperti washoku dan mendorong kebiasaan makan bersama untuk mempererat hubungan sosial.

Selain itu, Shokuiku mengajarkan pentingnya keberlanjutan pangan dan lingkungan, dengan mempromosikan konsumsi makanan lokal dan musiman serta mengurangi pemborosan makanan.

Shokuiku juga mencakup keterampilan memasak dasar, mulai dari memilih bahan makanan hingga mengolahnya dengan aman. Kesadaran terhadap keamanan pangan juga ditekankan, termasuk cara penyimpanan dan pengolahan makanan yang benar.

Di sekolah, Shokuiku diterapkan melalui program makan siang bergizi dan integrasi pendidikan pangan dalam kurikulum yang didukung oleh ahli gizi atau nutrisionis.

Semua elemen ini bekerja bersama untuk menciptakan pola makan sehat yang tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Tujuan Shokuiku

Melalui shokuiku, masyarakat diarahkan untuk menerapkan gaya hidup sehat melalui pola makan yang bergizi juga seimbang. Namun, shokuiku memiliki beragam tujuan lain meliputi:

  1. Mengembangkan Kebiasaan Makan yang Sehat: Mengajarkan cara memilih makanan bergizi seimbang dan mempraktikkan pola makan yang teratur.
  2. Melestarikan Budaya Makanan Jepang: Menghargai washoku sebagai bagian dari kebudayaan Jepang
  3. Meningkatkan Kesadaran Pangan dan Lingkungan: Mendidik masyarakat untuk menghargai sumber daya alam, mengurangi pemborosan makanan, dan memahami asal-usul bahan makanan.
  4. Membangun Keterampilan Praktis: Membekali individu dengan pengetahuan memasak, keamanan pangan, dan pengelolaan makanan sehari-hari

Apakah program seperti shokuiku cocok diterapkan di Indonesia? Secara keseluruhan, Shokuiku sangat relevan dan bermanfaat baik jika diterapkan di Indonesia. Dengan berfokus pada pendidikan gizi, pelestarian makanan tradisional, dan keberlanjutan, Indonesia dapat meningkatkan kualitas gizi di masyarakat melalui program serupa shokuiku.

Tonton Juga:

Yakult Conference: Shokuiku, Pola makan siang di Jepang!

Shokuiku dan MBG. Sama atau Beda? | PERSAGI PODCAST Eps. 10

Sumber:

Miyoshi, dkk. (2012). School-based “Shokuiku” program in Japan: application to nutrition education in Asian countries. Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, 21(1):159-62. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22374574/

The Global Child Nutrition Foundation, “Shokuiku – How Japan Leverages School Meals as a ‘Living Textbook’ for Lifelong Healthy Eating”, (https://gcnf.org/how-japan-leverages-school-meals-as-a-living-textbook-for-lifelong-healthy-eating)

Halodoc.com, “Mengenal Shokuiku, Kebiasaan Makan Sehat Ala Jepang”, (https://www.halodoc.com/artikel/mengenal-shokuiku-kebiasaan-makan-sehat-ala-jepang)

|

Bagikan :

Copy link
URL has been copied successfully!