Sebagai wujud nyata dukungan terhadap program strategis nasional dalam memperbaiki status gizi masyarakat, PT Yakult Indonesia Persada menyelenggarakan rangkaian seminar internasional. Tema kegiatan ini adalah “Shokuiku: Nutrisi dan Edukasi, Peran Probiotik dalam Mendukung Program Makan Bergizi”.
Shokuiku merupakan konsep pendidikan pangan asal Jepang yang menekankan pada pola makan gizi seimbang. Konsep ini menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam membentuk pola makan sehat. Melalui School Meal Program, upaya perbaikan gizi yang dilakukan pemerintah Jepang dalam bentuk regulasi dan sistem edukasi.
Rangkaian seminar internasional dilaksanakan sebanyak 4 kali secara hybrid di 3 kota (Jakarta, Denpasar dan Surabaya). Diantaranya adalah:
- 9 April di Poltekkes Kemenkes Jakarta II
- 10 April di Hotel Aryaduta, Menteng
- 11 April di Poltekkes Kemenkes Denpasar
- 14 April di Poltekkes Kemenkes Surabaya
Tingkatkan Literasi Gizi dan Saluran Cerna
Kegiatan ini bertujuan membangun kerja sama lintas sektoral guna memahami konsep gizi serta praktik higiene sanitasi yang tepat. Selanjutnya juga memaparkan informasi pentingnya kesehatan saluran cerna dan peranan probiotik.

Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada Toshiyuki Iwamoto menyampaikan sambutannya. Beliau mengatakan bahwa kegiatan Seminar Internasional Shokuiku di tahun 2026 mengusung edukasi terkait pola makan dengan gizi yang baik. Terutama hal ini sudah berjalan lama di Jepang.
“Saat ini adalah waktu di mana perhatian terhadap keamanan pangan dan peningkatan kualitas hidup melalui makanan menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Melalui minuman susu fermentasi Yakult, kami telah berkontribusi bagi kesehatan masyarakat Indonesia sejak tahun 1991. Yakult adalah satu-satunya minuman probiotik yang mengandung LcS, yaitu bakteri hidup yang diizinkan BPOM di Indonesia” ucapnya.
Selanjutnya Ketua DPP PERSAGI, Doddy Izwardy menyampaikan bahwa peran kesehatan saluran cerna menjadi aspek yang tidak kalah penting. Dalam hal ini probiotik memiliki kontribusi yang signifikan. Yaitu dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung penyerapan nutrisi secara optimal.
“Saya berharap melalui seminar ini akan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, akademisi, dunia industri dan tenaga profesional dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia. Semoga ilmu dan pengalaman yang dibagikan dalam forum ini dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan”.ujarnya.
Belajar dari Kesuksesan “Shokuiku” Jepang
Guna mendukung upaya perbaikan gizi masyarakat, Prof. Naomi Aiba, R.D., Ph.D dari Kanagawa Institute of Technology, Jepang, membagikan rahasia. Diantaranya adalah kesuksesan regulasi Shokuiku (pendidikan pangan) di negaranya yang sudah berjalan lebih dari 80 tahun.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara payung hukum yang kuat. Serta dengan keterlibatan aktif berbagai pihak. Termasuk peran makanan tradisional dalam menjaga kesehatan publik.
“Keberhasilan Shokuiku di Jepang didorong oleh landasan hukum yang jelas serta peran aktif pemerintah, sekolah, dan komunitas dalam mengedukasi masyarakat tentang gizi. Selain itu, kontribusi produk yang mengandung probiotik juga memiliki andil besar dalam mendukung kesehatan masyarakat di Jepang,” ujar Prof. Naomi Aiba.
Peran Vital Probiotik bagi Kesehatan Kelompok Rentan
Para pakar kesehatan dari berbagai universitas ternama sepakat bahwa kesehatan pencernaan merupakan fondasi utama bagi penyerapan nutrisi yang optimal di dalam tubuh. Dalam diskusi tersebut, Dr. Darmawan Ari Nugroho, S.T.P., M.P (UGM), Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D (Universitas Udayana), dan dr. Nugroho Danu Tri Subroto Sp.A. (K) (Universitas Brawijaya) menjelaskan secara mendalam mengenai kaitan erat antara saluran cerna yang sehat dengan kekuatan sistem kekebalan tubuh.

- Dr. Darmawan Ari Nugroho, S.T.P., M.P dari UGM di Aryaduta menyampaikan topik: “Probiotik sebagai penjaga gizi dan kesehatan pada kelompok rentan”
- Prof. Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr.Sc., Ph.D dari Universitas Udayana di Denpasar memaparkan topik: “Probiotik dalam pemulihan keseimbangan mikrobiota usus, perbaikan gizi dan kesehatan”
- dr. Nugroho Danu Tri Subroto Sp.A. (K) dari Universitas Brawijaya di Surabaya membawakan topik: “Peran probiotik menjaga kesehatan anak”
Mereka juga menekankan bahwa intervensi probiotik menjadi langkah yang sangat relevan. Dalam hal ini kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, ibu menyusui, hingga lansia. Selain itu, para ahli ini juga memberikan edukasi penting mengenai sumber-sumber probiotik serta jaminan keamanan konsumsinya secara berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui rangkaian seminar internasional ini, PT Yakult Indonesia Persada berharap dapat menciptakan ekosistem edukasi yang mendukung percepatan perbaikan gizi masyarakat demi menyongsong generasi Indonesia yang lebih sehat dan kompetitif di masa depan.
Penulis: Dimas Pratama
Editor: Antonius Nababan





