SUKABUMI – Yakult Indonesia Persada berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Pasawahan resmi meluncurkan fasilitas Waste Drop Point (WDP). Berlangsung pada Jumat, 25 September 2026. Terciptanya lingkungan yang sehat melalui pemilahan sampah dari rumah menjadi landasan kolaborasi untuk mendukung program pemerintah. Yaitu tercapainya Zero Waste Zero Emission pada tahun 2050. Selain itu juga menyukseskan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).
Kehadiran fasilitas WDP diharapkan bukan hanya sekedar tempat untuk mengumpulkan sampah. Tetapi juga menjadi pengingat masyarakat untuk terus mengembangkan ilmu tentang cara mengenali, memilah, dan mengelola sampah secara mandiri dari rumah sendiri.
Pilah Sampah Anorganik melalui WDP
WDP dirancang sebagai one-day transit point atau titik kumpul sementara khusus untuk sampah anorganik yang bersih dan terpilah. Sebagai tahap pertama operasional, pengelola WDP menerima jenis sampah anorganik seperti plastik, kertas, karton, dan kaleng.
Masyarakat telah mendapatkan edukasi sejak awal tahun 2026. Sampah disetorkan dalam kondisi bersih dan kering, serta tidak mencampurkannya dengan sampah organik. Dengan demikian, sampah yang terkumpul di WDP dapat lebih mudah dikelola dan disalurkan ke tahap pengolahan atau pemanfaatan selanjutnya.
Menariknya, sampah tidak dibiarkan menumpuk. Di hari yang sama, pengelola WDP akan langsung memastikan sampah telah dikumpulkan oleh anggota WDP sesuai klasifikasi jenisnya dan langsung berkoordinasi dengan pihak pengelola berikutnya untuk melakukan pengangkutan di hari yang sama.
Dengan sistem tersebut, sampah yang sebelumnya dipandang sebagai hal yang kotor mulai diperkenalkan sebagai material yang masih memiliki nilai. Serta memberikan pengaruh positif bagi roda perekonomian.
Komitmen dan Kolaborasi Peduli Lingkungan
Antonius Nababan, selaku Direksi PT Yakult Indonesia Persada menyampaikan dedikasi perusahaan terhadap kelestarian lingkungan Desa Pasawahan yang sudah berjalan 11 tahun kebelakang.
“Hari ini kami secara resmi akan menyerahkan, memberikan komitmen untuk melakukan Waste Drop Point di mana sampah itu ada terpilah, terpisah pada titik-titik yang bisa menghasilkan kesejahteraan ekonomi. Dan kalau ini bisa dikembangkan, maka akan muncullah kreativitas-kreativitas nilai ekonomi yang bisa kita dapatkan menjadi tambahan bagi lingkungan kita,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Pasawahan, yaitu Dahlan Sudarlan, juga menyampaikan bahwa program ini membentuk perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.
“Semangat buat semua masyarakat Pasawahan, kita merubah mindset yang biasa tidak terbiasa, yang tidak biasa dimanfaatkan kita manfaatkan. Jadi, merubah pengolahan sampah ini dan kita bilang mana yang memanfaatkan. Saya yakin dan percaya, setiap program berkelanjutan,” ucapnya.
Camat Kecamatan Cicurug, Chaerul Ikhwan juga hadir dan memberikan sambutan. Beliau menyampaikan bahwa aksi ini bisa menjadi percontohan untuk desa lainnya.
“Istilahnya 3M: dimulai dari diri sendiri, dimulai dari hal-hal kecil, dan dimulai dari saat ini. Mudah-mudahan ini menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Kecamatan Cicurug dan Kabupaten Sukabumi pada umumnya,” ucapnya.

Kegiatan lalu dilanjutkan dengan tanda tangan dan serah terima fasilitas WDP secara simbolis antara kedua belah pihak. Prosesi tersebut dilakukan oleh Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada, Toshiyuki Iwamoto, bersama Kepala Desa Pasawahan, Dahlan Sudarlan.
Aksi Bersih Lingkungan Melalui Spogomi
Usai serah terima fasilitas WDP secara simbolis di GOR Pasawahan, seluruh peserta turun langsung membersihkan lingkungan melalui kegiatan Spogomi.
Dengan penuh antusias, para peserta menyusuri rute yang dimulai dari GOR Pasawahan menuju Halaman Rairaka Resto. Mereka mengumpulkan dan memilah sampah yang berserakan di jalanan sekitar wilayah Desa Pasawahan. Dari aktivitas yang dilakukan, terkumpul sampah sebanyak 27,7 kg sampah yang terdiri dari 9,3 kg sampah anorganik dan 18,4 kg sampah organik.

Tinjau Langsung WDP Pertama di Rumah Warga
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan peninjauan fasilitas WDP secara langsung. Pihak Yakult dan Desa Pasawahan mengunjungi rumah Ibu Eva yang menjadi pengelola WDP pertama di Desa Pasawahan. Ibu Eva adalah salah seorang karyawan di Pabrik Yakult Sukabumi yang bersedia menjadi contoh yang mendukung menerima sampah yang terpilah di lingkungan RT 1, sebagai bentuk kontribusi karyawan menyukseskan kegiatan ini.

Terhitung sejak pagi hari, warga sekitar mulai mengantarkan sampah terpilah mereka ke lokasi WDP. Dengan senyum cerah dan percaya diri berkat edukasi yang diberikan, para warga mencoba langsung sistem pemilahan WDP, dimulai dari mendaftarkan diri, menimbang jumlah keseluruhan, lalu meletakkan sampahnya sesuai tempat yang sudah disediakan.
Melalui pendekatan edukasi yang dilakukan secara khusus selama 1 bulan terakhir, para warga mampu mengumpulkan dan memilah sampah sebanyak 29 kg dengan jenis sampah didominasi oleh sampah kardus. Hal ini tentu menjadi cahaya terang untuk masa depan program yang masih harus terus dikembangkan.
“Mudah-mudahan sampah dapat dikumpulkan secara konsisten oleh warga setempat dan semoga lingkungan di Desa Pasawahan semakin bersih,” ucap Ibu Eva di lokasi WDP.
Perjalanan WDP Masih Panjang
Kedepannya, dari aktktivasi WDP di Desa Pasawahan memiliki tujuan besar terkait kepedulian lingkungan. Di masa depan, program WDP kiranya menjadi identitas tentang bagaimana masyarakat berupaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat bagi keluarga mereka.
Lingkungan yang bersih dan sehat bukan hanya dari sampah yang disapu di pagi hari, tetapi dimulai dari satu jenis sampah yang dipilah dengan baik. Dari tiap rumah warga Desa Pasawahan, semoga tercipta lebih banyak lagi rumah yang memilah sampah di tempat lainnya.
人も地球も健康に
Hito-mo Chikyu-mo Kenko-ni
Menyehatkan Manusia dan Bumi
Penulis: Dimas Pratama
Editor: D. Naomi, Antonius Nababan





