Gertas Stunting Yakult

Yakult Indonesia dan TP PKK Sulsel Kolaborasi Wujudkan Generasi Sehat lewat Gerakan Tuntaskan Stunting

Yakult Indonesia bersama Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan berkolaborasi. Melalui kegiatan “Kick-off Pemberian Makanan Bergizi dalam Rangka Gerakan Tuntaskan Stunting (Gertas Stunting)”. Berlangsung di Rumah Gizi Griya Maros Indah Tamarampu, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros pada 5 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi bagian langkah penanganan dan penurunan stunting dan gizi buruk.

Baca Juga:

Program menyasar 61 balita stunting usia 0–2 tahun (baduta) dan 4 ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Mereka diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal selama 90 hari, sesuai dengan Petunjuk Teknis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. PMT lokal diberikan secara konsisten selama tiga bulan memiliki potensi besar dalam membebaskan anak dari kondisi stunting.

Kolaborasi Melalui Usaha Intervensi Gizi

Senior Direktur PT Yakult Indonesia Persada, Antonius Nababan, mengungkapkan kerja sama ini merupakan bagian dari keberlanjutan misi Yakult. Guna mendukung kesehatan masyarakat, khususnya dalam aspek gizi anak dan kesehatan pencernaan.

“Kami mengapresiasi inisiatif TP PKK Sulsel yang serius memperhatikan masalah gizi anak. Yakult turut mengambil peran melalui GERTAS untuk memberikan pendampingan langsung. Khususnta kepada anak-anak dan ibu hamil selama 90 hari di Rumah Gizi,” ujarnya.

Melalui program ini, PT Yakult Indonesia Persada akan:

  • Memberikan pendampingan berkala kepada anak-anak berisiko stunting.
  • Menyediakan produk Yakult secara gratis sebagai sumber bakteri baik yang mendukung kesehatan saluran cerna.
  • Melakukan evaluasi gizi secara periodik guna memantau perkembangan anak.

“Kami percaya bahwa kesehatan pencernaan adalah fondasi dari tumbuh kembang anak yang optimal. Yakult hadir tidak hanya sebagai produk, tetapi sebagai bagian dari solusi nyata untuk masa depan generasi Indonesia yang lebih sehat,” tambahnya.

Ket Foto: Penyerahan Simbolis Perwakilan Yakult kepada perwakilan TP PKK Sulsel

Selain itu, Naoemi Octarina selaku Ketua TP PKK Sulsel dalam sambutannya menyatakan kegiatan ini bermanfaat. Karena merupakan bagian dari strategi penguatan keluarga melalui gizi dan edukasi. “Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan satu intervensi. Kita perlu memastikan akses terhadap makanan bergizi, edukasi, dan pendampingan. Kolaborasi dengan Yakult Indonesia merupakan langkah strategis,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Beliau turut menyampaikan apresiasi terhadap peran swasta. Seperti Yakult dalam mendukung program Aksi Stop Stunting (ASS) yang telah dicanangkan Pemprov Sulsel.

Usaha Turunkan Stunting Kedepan

Gertas Stunting menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Yakult Indonesia, pemerintah daerah, dan masyarakat. Yaitu menciptakan generasi bebas stunting dan lebih sehat di masa depan. Dengan semangat kebersamaan, kegiatan ini menjadi simbol awal dari upaya berkelanjutan. Sehingga mampu untuk menciptakan generasi sehat dan kuat menuju Indonesia Emas 2045.

Ket Foto: Wakil Presiden Direktur Yakult Indonesia Ryojiro Tawara (Kiri) dan Pemberian Makanan Tambahan di Rumah Gizi Maros.

Diketahui, kegiatan Gertas ini dihadiri langsung berbagai pihak. Seperti Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Ketua TP PKK Sulsel, Naomi Octarina, Bupati Maros, Chaidir Syam bersama Ketua TP PKK Maros, Ulvia Yusuf, Senior Direktur PT. Yakult Indonesia Persada, Antonius Nababan bersama Wakil Presiden Direktur PT. Yakult Indonesia Persada Ryojiro Tawara.

Penulis: Dimas Pratama

Editor: Mangasa Siregar, Antonius Nababan

|

Share :

Copy link
URL has been copied successfully!