PT Yakult Indonesia Persada (YIP) kembali memperkuat komitmennya dalam edukasi kesehatan melalui kolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) Food Safety BPOM yang diselenggarakan pada 29–30 Juli 2026 di Kantor Pusat Yakult Indonesia, Jakarta Selatan.Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari sertifikasi probiotik yang telah diberikan BPOM kepada Yakult Indonesia, sekaligus menjadi langkah untuk memperkuat pemahaman karyawan mengenai keamanan pangan.
Pelatihan ini diikuti oleh 46 karyawan dari berbagai divisi, seperti Direct Sales (DS), Yakult Lady (YL), Public Relations (PR), Training & Development (TnD), Marketing Communication (Marcom), dan Factory Control Operations (FCO). Para peserta dipersiapkan untuk menjadi kader keamanan pangan yang diharapkan dapat menyebarluaskan informasi mengenai keamanan pangan kepada masyarakat.

Gambar 1 – Direktur Public Relations Yakult Indonesia, Antonius Nababan memberikan arahan dan sambutan
Direktur Public Relations Yakult Indonesia, Bapak Antonius Nababan menegaskan pentingnya peran setiap peserta sebagai kader keamanan pangan. “Kita perannya itu bukan hanya sebagai karyawan saja, tetapi juga berperan layaknya seperti menteri pendidikan yang akan mencetak guru-guru keamanan pangan, yaitu para karyawan dan Yakult Lady,” ujarnya.
Selama dua hari pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi mengenai kebijakan keamanan pangan, program Cek KLIK BPOM, penggunaan aplikasi BPOM Mobile, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi, informasi, dan edukasi.

Gambar 2 – Ketua Tim Pemberdayaan Kader Keamanan Pangan & Jejaring Lembaga BPOM, Ibu Dra. Dyah Sulistyorini menyampaikan materi Klik BPOM
Salah satu materi utama dalam pelatihan ini adalah program Cek KLIK BPOM yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih pangan yang aman. Program ini mengajak masyarakat untuk selalu memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli produk pangan olahan.
“Pangan harus aman, kalau tidak aman bukan pangan namanya,” tegas Ketua Tim Pemberdayaan Kader Keamanan Pangan & Jejaring Lembaga BPOM, Ibu Dra. Dyah Sulistyorini, Apt., M.Sc.
Berikut adalah panduan Cek KLIK BPOM yang dapat diterapkan sebelum membeli produk pangan olahan:
- Kemasan: Pastikan wadah atau pembungkus tidak rusak, bocor, penyok, atau robek.
- Label: Baca informasi keterangan produk yang tertera pada kemasan/label dengan teliti.
- Izin Edar: Periksa nomor izin edar produk melalui situs Cek BPOM atau aplikasi BPOM Mobile.
- Kedaluwarsa: Pastikan tanggal kedaluwarsa produk masih berlaku.

Gambar 3 – Data BPOM mengenai tingkat keracunan pangan di Indonesia tahun 2024
Edukasi keamanan pangan menjadi urgensi yang penting untuk dilakukan. Hal tersebut tercermin dari data BPOM yang menunjukkan adanya kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan rumah tangga sebanyak 57,25% di tahun 2024. Data tersebut menjadi bukti bahwa perlu adanya peningkatan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai keamanan pangan.
Sebagai penutup rangkaian pelatihan, seluruh peserta mengikuti sesi micro teaching. Pada sesi ini, peserta mempraktikkan cara menyampaikan edukasi Cek KLIK BPOM sebagai bekal sebelum memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Gambar 4 – Peserta mengikuti sesi Micro Teaching sebagai praktik penyampaian edukasi Klik BPOM
Melalui kegiatan ini, Yakult Indonesia berharap para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan BPOM dalam menyebarluaskan edukasi keamanan pangan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat.
“Kita harus ingat tujuan bersamanya, ya. Kita harus kreatif untuk bisa mencapai tujuan besar menjadikan masyarakat Indonesia lebih baik dengan lebih mawas diri agar bisa mendapatkan bahan pangan yang aman,” tutup Bapak Antonius.

Penulis: Rhesa Azhar Pratama
Editor: Mangasa Siregar, Cipta Margana





