TIN Persagi 2026

Yakult Gaungkan Edukasi Probiotik dalam Agenda TIN II PERSAGI 2026

Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Tahun 2026 diselenggarakan oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menjadi wadah strategis di bidang kesehatan. Kegiatan ini mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, dan pembuat kebijakan untuk membahas isu serta perkembangan di bidang gizi. Aktivitas ini berlangsung pada 3–4 Juli 2026 di Trans Luxury Hotel Surabaya. Yakult Indonesia berpartisipasi sebagai mitra pendukung. Dalam hal ini adalah penyampaian materi ilmiah probiotik.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia TIN II, Dr. Marudut Sitompul, MPS, dilanjutkan sambutan Ketua Umum DPP PERSAGI, Ir. Doddy Izwardy, M.A., Ph.D. Pembukaan acara dihadiri oleh Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Riza Adha Damanik, Ph.D.,. Lalu ada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, A.Ks., M.A.P., yang mewakili Gubernur Jawa Timur.

Pakar Global Paparkan Penelitian Saluran Cerna
Ket Foto. Dr Takuya Akiyama memaparkan materi terkait Probiotik secara Hybrid

Pada hari pertama, peserta mengikuti tiga sesi pleno yang menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keilmuan. Salah satu pembicara adalah Dr. Takuya Akiyama. Beliau adalah pakar global yang memiliki pengalaman di bidang mikrobioma, probiotik, prebiotik, dan penelitian klinis pada manusia. Dalam kesempatan tersebut, peneliti asal Jepang tersebut menyampaikan perkembangan bukti ilmiah mengenai peran probiotik dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Dalam pemaparannya, saluran cerna tidak hanya berfungsi sebagai organ pencernaan.Melainkan merupakan pusat berbagai aktivitas biologis lainnya. Seperti sistem imun, sistem saraf, sistem endokrin, serta triliunan mikrobiota yang hidup di dalamnya. Keseimbangan mikrobiota usus berperan penting dalam menjaga kesehatan, sementara ketidakseimbangannya banyak ditemukan pada berbagai kondisi penyakit.

Probiotik Membantu Menjaga Saluran Pencernaan
Ket Foto. Para Ahli Gizi di TIN PERSAGI II 2026 mendengarkan pemaparan ahli dari Jepang

Beliau menjelaskan bahwa salah satu upaya menjaga keseimbangan mikrobiota usus adalah melalui konsumsi probiotik. Agar dapat disebut sebagai probiotik, mikroorganisme tersebut harus tetap hidup mencapai usus, aman dikonsumsi, dan terbukti memberikan manfaat kesehatan.

Peneliti dari Yakult Central Institute tersebut juga menjelaskan mengenai L. casei Shirota strain (LcS), salah satu strain probiotik yang pertama kali dipasarkan di dunia. Menurutnya, berbagai penelitian yang dilakukan di banyak negara, termasuk Indonesia, menunjukkan bahwa LcS dapat mencapai usus dalam keadaan hidup dan berinteraksi dengan mikrobiota usus.

Manfaat Lebih Lanjut LcS
Ket Foto. Dr Takuya Akiyama memaparkan materi terkait aktivitas mikrobiota di usus manusia

Lebih lanjut, sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi LcS dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus dengan menekan pertumbuhan bakteri tidak menguntungkan dan mendukung pertumbuhan bakteri bermanfaat. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap terjaganya kesehatan saluran cerna serta dikaitkan dengan perbaikan pada beberapa gangguan pencernaan, seperti diare dan konstipasi.

Selain manfaat terhadap kesehatan saluran cerna, berbagai penelitian melaporkan peran LcS dalam memodulasi sistem imun sehingga berpotensi membantu menurunkan risiko infeksi, termasuk infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Penelitian mengenai potensi manfaat LcS juga terus berkembang seiring meningkatnya ketertarikan para peneliti terhadap hubungan antara mikrobiota usus dan kesehatan manusia.

Potensi Probiotik Kedepan
Ket Foto. Pemaparan Bakteri LcS kepada para peserta TIN

Salah satu temuan yang turut dipaparkan adalah potensi LcS dalam membantu menurunkan paparan aflatoksin, yaitu racun yang dihasilkan oleh jamur pada bahan pangan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian yang dipresentasikan, konsumsi LcS secara rutin dilaporkan dapat membantu menurunkan kadar aflatoksin dalam serum darah dan urin sehingga berpotensi mendukung upaya mengurangi dampak paparan aflatoksin terhadap kesehatan.

Melalui berbagai hasil penelitian tersebut, Dr. Takuya Akiyama menyampaikan bahwa probiotik memiliki potensi untuk mendukung kesehatan masyarakat pada berbagai tahap kehidupan.

Harapan Perkembangan Gizi dan Probiotik Kedepan
Ket Foto. Aktivitas edukasi probiotik di booth Yakult selama berlangsunya kegiatan

Partisipasi PT Yakult Indonesia Persada dalam TIN II PERSAGI 2026 merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk terus mendukung kegiatan ilmiah. Selain itu bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi tenaga gizi di Indonesia. Melalui kolaborasi bersama organisasi profesi dan berbagai pemangku kepentingan, Yakult berharap dapat terus berkontribusi. Sehingga mampu meningkatkan pemahaman mengenai peran probiotik berbasis bukti ilmiah guna mendukung kesehatan masyarakat Indonesia.

Penulis: Maya Ligina

Editor: Dimas Pratama, Antonius Nababan, PERSAGI

|

Bagikan :

Copy link
URL has been copied successfully!