Semarak HAN 2026 dengan Gaya Hidup Sehat melalui Seni Budaya

Pada peringatan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) bersama Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan perayaan puncak Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2026 di Makara Art Center, Kampus UI Depok. Kegiatan ini mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dan diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari siswa SD-SMA hingga siswa disabilitas.

Tujuan perayaan HAN 2026 menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan kreativitas, membangun rasa percaya diri, serta memperkuat karakter melalui aktivitas seni dan budaya. Kegiatan kolaborasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, seperti Direktur Kebudayaan UI, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, Walikota Depok Supian Suri dan Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan.

Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia, Dr. Ngatawi Al-Zastrouw, menyampaikan bahwa peringatan HAN “hari raya” atau “Lebaran” bagi anak-anak.

“Peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni. Anak-anak harus memiliki ruang untuk berekspresi, berkreasi, dan tumbuh secara optimal. Melalui seni dan budaya, mereka belajar bekerja sama, mengembangkan kreativitas, memahami pola hidup sehat, serta membangun kepekaan terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam membangun ruang yang ramah anak, Wali Kota Depok, Supian Suri, menyampaikan bahwa Kota Depok saat ini memiliki Forum Anak yang tersebar di 11 kecamatan serta taman di 63 kelurahan yang menjadi ruang bersama bagi anak-anak Indonesia. Selain itu, Forum Anak juga dilibatkan dalam proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Depok.

Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan menekankan pentingnya penggunaan gawai secara bijak. Ia juga mengajak seluruh instansi untuk berkolaborasi dalam menyediakan ruang yang aman bagi anak.

“Anak-anak harus berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk tindakan yang melanggar batas privasi mereka. Lingkungan yang aman dan positif sangat menentukan proses tumbuh kembang serta kebahagiaan anak,” kata Veronica.

Ket Foto: Permainan tradisional perayaan HAN 2026

Dalam acara ini dimeriahkan dengan Festival Budaya Anak, dibuka dengan penampilan kolintang oleh anak-anak, terdapat juga penampilan seni tradisional Papua dan Bali serta Pagelaran Wayang Kulit dengan Dalang Anak. Berbagai festival budaya ditampilkan untuk menumbuhkan kecintaan budaya sejak dini. Selanjutnya menghadirkan permainan tradisional yang dapat langsung dimainkan oleh anak-anak seperti permainan congklak, egrang, karet, gangsing, engklek dan lain sebagainya. Selain itu, Forum Anak Nasional (FAN) juga menyampaikan Suara Anak Indonesia.

Ket Foto: Aktivitas edukasi manfaat probiotik pada HAN 2026

Yakult turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menghadirkan pengalaman menikmati minuman Yakult secara langsung bagi anak-anak dan para peserta sambil mendengarkan manfaat probiotik Lcs untuk kesehatan pencernaan.

Selain itu permainan bertema pencernaan yang edukatif dan interaktif, memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Dukungan Yakult terhadap Hari Anak Nasional yang diselenggarakan oleh KemenPPPA merupakan wujud komitmen Yakult untuk mendukung gaya hidup sehat melalui edukasi dan pencegahan penyakit melalui peran probiotik.

“Selamat Hari Anak Nasional 2026”

Penulis: Venna Rahmawati Fatimah

Editor: Dimas Pratama, Antonius Nababan

|

Share :

Copy link
URL has been copied successfully!