BPOM dan Yakult Akselerasi Inovasi Probiotik Demi Kesehatan Masyarakat

JAKARTA, 4 Agustus 2026 – Yakult Indonesia Persada berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI memperkuat komitmen jaminan kualitas dan pengembangan inovasi pangan fungsional melalui penyelenggaraan Seminar Internasional bertajuk “Probiotics: Opportunities and Challenges for Development”.

Acara ini berlangsung secara hybrid dari Auditorium Gedung Merah Putih BPOM Jakarta. Selain itu, kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 300 peserta. Peserta berasal dari kalangan regulator, akademisi, peneliti, praktisi kesehatan, hingga industri.

Baca Juga:
  1. BPOM Optimalkan Potensi Mikroorganisme Lokal untuk Pengembangan Probiotik
  2. Dukung SDM Kesehatan, Yakult Boyong Pakar Probiotik Jepang di Seminar Internasional
  3. BPOM Dorong Pengembangan Probiotik Berbasis Sains melalui Seminar Internasional Probiotics Challenges and Opportunities for Development

Seminar ini menjadi wadah diskusi strategis dan edukasi. Acara ini merespons perkembangan pesat riset mikroorganisme, khususnya penggunaan probiotik. Pemanfaatannya mencakup produk pangan olahan, suplemen kesehatan, hingga farmasi. Oleh karena itu, kolaborasi ini menekankan tiga hal utama. Ketiganya adalah pembuktian ilmiah, kepastian regulasi, serta jaminan mutu produk. Dengan demikian, manfaat kesehatan bagi masyarakat dapat terwujud secara optimal.

Komitmen Yakult untuk Kesehatan Masyarakat

Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada, Toshiyuki Iwamoto,memberikan keterangannya. Beliau menyampaikan bahwa Yakult konsisten mendukung kesehatan masyarakat Indonesia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penggunaan probiotik Lactobacillus casei strain Shirota (LcS). Probiotik ini terbukti bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan.

Ket Foto: Sambutan Presiden Direktur PT Yakult Indonesia Persada, Toshiyuki Iwamoto

“Yakult berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan BPOM demi memastikan probiotik menjadi bagian yang lebih dekat dalam kehidupan masyarakat, serta terus berkontribusi bagi kesehatan dan kebahagiaan seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Toshiyuki Iwamoto.

Sinergi Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah (Konsep ABG)

Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D., menggarisbawahi peran berbagai pihak untuk masa depan inovasi probiotik yang aman, berkualitas tinggi, dan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dunia.

Ket Foto: Sambutan Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Pharm., MD., Ph.D.,

“Seminar ini mencerminkan komitmen bersama kita untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, ilmuwan, akademisi, dan industri demi memajukan inovasi yang bermanfaat bagi publik. Model ini kami sebut sebagai konsep ABG: Kolaborasi Akademisi, Bisnis, dan Pemerintah” tegas Prof. Taruna Ikrar melalui video.

Mengupas Sains, Tren Global, dan Potensi Lokal

Ket Foto: Diskusi bersama Narasumber (Dari Kiri), Masanobu Nanno, Ph.D., Takuya Akiyama, Ph.D., Prof. Dr. Ir. Lilis Nuraida, M.Sc & Moderator Drs. Tepy Usia, Apt, M.Phil, Ph.D.

Seminar Internasional ini menghadirkan tiga pakar terkemuka di bidang mikroorganisme dan probiotik dari Jepang dan Indonesia yang memberikan pemaparan komprehensif:

1. Masanobu Nanno, Ph.D. (Advisor Yakult Central Institute, Japan)

Tema Materi: “Probiotics and the Path to a Healthier Society”

• Sorotan Riset: Beliau mengulas perkembangan penelitian mikrobiota usus. Selain itu, menjelaskan cara kerja bakteri probiotik dalam menjaga keseimbangan usus. Bakteri baik ini mampu menekan kuman jahat (patogen) serta meningkatkan daya tahan tubuh.

• Poin Regulasi: Selanjutnya, beliau membagikan pengalaman penerapan aturan probiotik di Jepang. Pengalaman tersebut dapat menjadi acuan regulasi untuk menjamin keamanan konsumsi harian masyarakat.

2. Takuya Akiyama, Ph.D. (Science Researcher Yakult Central Institute, Japan)

Tema Materi: “Global Trends in Probiotic Research, Innovation, and Applications”

• Pusat Kesehatan: Beliau menjelaskan bahwa usus merupakan pusat kesehatan tubuh. Sebab, ketidakseimbangan bakteri usus (gut dysbiosis) berhubungan langsung dengan berbagai penyakit metabolik.

• Tren Global: Oleh karena itu, beliau memaparkan hasil riset dan rekam jejak penjualan produk probiotik di Jepang yang terus berkembang pesat.

3. Prof. Dr. Ir. Lilis Nuraida, M.Sc. (Institut Pertanian Bogor, Indonesia)

Tema Materi: “Microbial Biodiversity as a Potential Source of Probiotics Development”

• Kekayaan Lokal: Beliau membahas potensi besar mikroorganisme lokal di Indonesia. Salah satunya adalah Bakteri Asam Laktat (BAL) dari makanan fermentasi tradisional nusantara.

•Uji Ilmiah: Di samping itu, beliau menegaskan pentingnya pengujian ilmiah secara menyeluruh. Pengujian ini mencakup identitas strain, efektivitas, serta jaminan keamanan sebelum mengeklaim manfaat produk.

Mendorong Inovasi Pangan dan Kesehatan

Melalui seminar ini, PT Yakult Indonesia Persada dan BPOM RI optimistis dapat memperkuat ekosistem inovasi. Inovasi ini disandarkan pada bukti ilmiah yang kuat. Hasilnya, produk probiotik yang aman, bermutu tinggi, dan berdaya saing dapat hadir lebih cepat. Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

Dokumentasi Kegiatan (Klik disini)

Mengenal Lebih Dekat Yakult

Produk Yakult bermula dari penemuan Dr. Minoru Shirota pada tahun 1930. Dokter lulusan Universitas Kyoto ini berhasil menumbuhkan bakteri LcS yang bermanfaat bagi kesehatan. Kemudian, minuman susu fermentasi Yakult mulai diproduksi di Jepang pada tahun 1935. Saat ini, Yakult telah hadir di 40 negara dan wilayah. Bahkan, produk ini dikonsumsi oleh sekitar 38 juta orang setiap hari.

Di Indonesia, Yakult menjadi minuman probiotik pertama yang mengantongi sertifikat BPOM. Hal ini membuktikan bahwa Yakult efektif menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Pemasaran Yakult di Indonesia dimulai sejak Januari 1991. Kini, kiprah perusahaan telah berjalan lebih dari 35 tahun. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Yakult diproduksi di pabrik Sukabumi dan Mojokerto. Produk tersebut kemudian disalurkan ke 113 cabang di seluruh Indonesia.

Selain itu, keberadaan Yakult di Indonesia memberi dampak ekonomi yang luas. Saat ini, perusahaan mempekerjakan sekitar 6.600 karyawan. Tidak hanya itu, Yakult juga merangkul 11.200 ibu sebagai Yakult Lady di wilayah tempat tinggal mereka.

Penulis: Dimas Pratama

Editor: Antonius Nababan

|

Share :

Copy link
URL has been copied successfully!