PT Yakult Indonesia Persada menegaskan dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan dan penerapan ekonomi sirkular di Indonesia. Kehadiran perusahaan dalam ajang forum internasional “3rd ASEAN Recycling Summit (Waste & Recycling Forum)” diselenggarakan oleh Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) dan Napindo di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat pada 12 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bukti nyata peran aktif industri dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah nasional.
Forum ini dibuka secara resmi oleh Duta Besar Singapura untuk Indonesia, H.E. Kwok Fook Seng, serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LHK), Diaz Faisal Malik Hendropriyono, Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa pemilahan sampah dari sumbernya merupakan kunci utama untuk menekan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Indonesia. Beliau juga menekankan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan recycling rate guna mendukung target pemerintah memastikan 100 persen sampah nasional dapat terkelola dengan baik pada 2029.
Baca Juga: Daur Ulang Yakult sebagai Inisiatif Perusahaan Mengolah Limbah Plastik
Menjaga Mutu Produk Melalui Kemasan Berkualitas
Dalam sesi diskusi panel bertema “Closing The Loop for Polystyrene (PS) and PVC”, perwakilan PT Yakult Indonesia Persada, Duma Naomi selaku Supervisor Social Relation memaparkan alasan teknis di balik pemilihan material High Impact Polystyrene (HIPS) sebagai kemasan botol Yakult.

Ket Foto. Penyerahan Cinderamata oleh Ketua ADUPI, Christine Halim (Kiri) kepada perwakilan PT Yakult Indonesia dalam forum 3rd ASEAN Recycling Summit
“Sebagai produk susu fermentasi yang mengandung bakteri baik hidup (Lactobacillus casei Shirota strain), mutu dan kualitas produk harus tetap terjaga hingga ke tangan konsumen. Penggunaan kemasan primer HIPS merupakan langkah teruji untuk memastikan keamanan serta kestabilan kualitas bakteri baik tersebut,” ujar Naomi.
Sirkularitas Kemasan dan Pemberdayaan Yakult Lady
Terkait keberlanjutan, perusahaan secara aktif menjalankan inisiatif pengumpulan kembali (collection rate) kemasan botol bekas konsumsi melalui berbagai aktivitas di beberapa tahun terakhir.
Salah satu langkah inovatif yang dilakukan adalah pengembangan platform penarikan sampah berbasis web/aplikasi bernama “APK Tukar Botol” yang terintegrasi dengan jaringan ekosistem distribusi Yakult Lady (YL).

Ket Foto. Pengumpulan Botol Yakult oleh pelanggan YL
Melalui sistem ini, konsumen dapat menukarkan botol Yakult bekas secara langsung (1 botol = 1 poin) saat YL melakukan kunjungan rutin ke rumah-rumah pelanggan. Nantinya dari poin yang terkumpul dapat ditukarkan hadiah tertentu.
Selain itu, Yakult juga aktif mengedukasi masyarakat dari berbagai jenjang usia, mulai dari tingkat anak usia dini (TK) hingga dewasa agar memandang sampah plastik bukan sebagai limbah buangan, melainkan sebagai bahan baku yang memiliki nilai guna dari daur ulang yang dihasilkan.
Komitmen Kepatuhan Regulasi dan Kolaborasi Masa Depan
Melalui partisipasi dalam forum lingkungan perusahaan menegaskan kepatuhannya terhadap aturan pengelolaan sampah pemerintah, termasuk dalam menyongsong revisi Peraturan Menteri LHK No. 75.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat, PT Yakult Indonesia Persada optimistis dapat terus berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan mewujudkan bumi yang sehat bagi generasi mendatang.
人も地球も健康に
Hito-mo Chikyu-mo Kenko-ni
Menyehatkan Manusia dan Bumi
Penulis: Dimas Pratama
Editor: Duma Naomi, Mangasa Siregar, Antonius Nababan





